Minggu, 12 Agustus 2012

GUNUNG WANGI


gunung wangi

Gunung Wangi adalah salah satu bukit yang berada di desa Gunung Wangi Kecamatan Argapura Majalengka. Dari kejauhan terlihat berdiri kokoh menopang langit. Namun bukan karena itu Gunung Wangi di kunjungi. Disalah satu sisinya terdapat makom keramat tokoh sepuh Mbah Buyut Wijaya Kusuma.

Mbah Buyut Wijaya Kusuma adalah seorang Pangeran dari Pajajaran yang mengembara dan membuat sebuah padepokan tempat menimba ilmu, hinga Mbah buyut Wijaya Kusuma lebih dikenal sebagai Mbah Buyut Depok.

Gunung Wangi jauh dari keramaian kota, untuk mencapainya pun mesti melewati jalan-jalan desa yang sempit dengan jalan yang naik turun. Jangan kuatir perjalanan kesana takan membosankan. Sepanjang jalan alam akan menghiburnya dengan pemandangan- pemandangan yang mempesona.

Disamping itu juga ada beberapa tempat keramat tokoh setempat yang terlewati yang memungkinkan untuk disinggahi sembari melepas lelah.

jembtan gantung

gunung bongkok

kompleks makom mbah Wijaya Kusuma

lingga  Wijaya kusuma


komplek keramat mbah buyut kebon gede
makom mbah buyut hebelisuk

SITUS GUNUNG JAYA GEMPOL PALIMANAN

Batu Lawang Gunung Jaya

Gunung Jaya adalah salah satu bukit di deretan bukit jajar yang membentang dari palimanan sampai rajagaluh    dan berputar ke Kramat. Gunung Jaya salah satu bukit yang dikeramatkan karena menyimpan berbagai kisah  dan sejarah tentang perjuangan para waliallah menyebarkan agama islam yang mendapat tantangan dari keadipatian Rajagaluh.

Tercatat beberapa tokoh besar yang terkait dengan Situs Gunung Jaya, diantaranya Sunan Bonang yang makomnya berada dikaki gunung Jaya sebelah barat. Tokoh lainnya adalah Syeh Hasan Besari dan Syeh Madkur yang makomnya berada tak jauh dari puncak Gunung Jaya. Selain itu da juga tokoh lainnya Mbah Buyut Raksawana dan Mbah Buyut Sepuh Secabadra yang makomnya sebelah timur gunung Jaya.

Keunikan dari Gunung Jaya adalah di puncaknya terdapat sumur kejayaan. Keadaanya mang selalu kering tak beair, karena itu ika ada yang mendapat atau menemukan sumur itu dalam keadaan berair adalah pertanda besar citta-citanya akan tercapai. Wallahualam...

Selain Sumur Kejayaan ada tempat unik lainya di sisi timur Gunung Jaya yaitu Batu Lawang. Batu Lawang adalah susunan bebatuan yang membentuk pormasi sangat unik seolah diukir sedemikian rupa. Batu Lawang adalh bukti kebesaran Tuhan menciptakan alam.

deretan bukit jajar palmanan
sumur jaya du puncak gunung jaya


kompleks situs sunan bonang di gunung jaya


makom syeh hasan besari dan syeh madkur di puncak gunung jaya

makom mbah buyut sepuh secabadra

makom mbah buyut raksawana

SITUS PUNDEN LINGGAHYANG SAGARAHYANG


Situs Linggahyang di gunung Linggahyang Ciremai adalah situs purbakala berupa punden berundak, dimana puncaknya terdapat dataran seluas kurang lebih 6 x 12 meter persegi dengan hamparan bebatuan dengan beberapa buah lingga mini.

Situs ini barjarak 1,5km dari situs Sagarahyang yang hanya dapat di tempuh dengan berjalan kaki melalui jalan setapak melewati pematang kebun sayuran penduduk yang berujung pada kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. 

Diyakini Situs ini adalah tempat berkumpulnya para raja-raja senusantara semasa kejayaan kerajaan Saunggalah dan Pajajaran.

puncak linggahyang

undakan linggahyang

batu lingga

kawasan cagar budaya TNGC

SITUS SAGARA HYANG KUNINGAN

Situs Sagarahyang

arcabatu sagarahyang


Situs purbakala Sagarahyang yang berada di Desa Sagarahyang Keamatan Nusaherang Kabupaten Kuningan adalah situs cikal bakal kerajaan Saunggalah Kuningan yang merupakan kerajaan tandingan dari Kerajaan Galuh. 

Kerajaan Saungalah/Saunggaluh didirikan sang Sang Maharesi Demunawan atau Prabu Seuweukarma Rahyang tangkuku. Sang Demunawan adalah cucu dari Prabu Kreti Kandayun pendiri kerajaan Galuh. Sang Demunawan adalah tokoh agung yang sangat religius sehingga mendapat gelar MAHARESI DIRAJA. 

Kearifan dan kebijakannya menjadikannya di segani oleh para raja dari galuh dan sunda juga dari kerajaan-kerajaan lainnya, 

Situs Sagarah yang masih alami berada di suatu bukit yang di kelilingi pertanian sayuran penduduk. Untuk mencapai lokasi walau jauh dari pusat kota tetapi mudah di jangkau karena akses jalan telah bisa dilalui kendaraan roda empat dengan setruktur jalan yang di cor semen.

Beberapa batu lingga mini, lingga yoni dan batu yang dibentuk menyerupai binatang menjadi bukti dan pelengkap situs ini.

arcabatu di puncak sagarahyang

Lingga dan yoni sagarahyang

batu pangcalikan
  

SITUS PALASARA

SITUS GUNUNG PALASARA

gua macan di gunung palasara

Situs Palasara berada di kaki Gunung Ciremai sebelah utara. Untuk menuju situs ini dapat di capai dari Rajagaluh- Majalengka melalui  Desa payung dilanjutkan ke kambung Malarhayu. Malarhayu adalah kampung terakhir di kaki gunung ciremai, jadi yang membawa kendaraan hanya sampai di malarhayu. Selajutnya perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 2km.

Situs Palasara adalah situs purbakala peninggalan Begawan Sakri ayahanda dari Pangeran Palasara. Dalam Silsilah Prabu Siliwangi persi Cirebon. Prabu Siliwangi adalah keturunan dari Pandu Dewanata, dan Pandu Dewanata ini adalhalah putra dari Abiyasa, dan abiyasa adalah putra dari Pangeran Palasara.

Situs Palasara bukan hanya situs peninggalan Pangeran Palasara dan Begawan Sakri namun diyakini Prabu Siliwangi, Mbah Catur Rangga, dan Raden Lokajaya pernah singgah dan melakukan olah batin dan olah rasa di tempat ini.

Saat ini pun mengingat tempatnya yang jauh dari keramaian, di tengah alam yang masih asri dengan latar belakang ke agungan Gunung Ciremai Situs Palasara sangat tepat untuk menyepi sekaligus napak tilas para leluhur.


batu bola dunia di puncak palasara

lingga palasara dengan latar gubuk peristirahatan

sumber mata air pangasinan di palasara

gubug tempat menyepi

Senin, 02 Juli 2012

PERBANDINGAN SITUS GUNUNG PADANG CIANJUR DAN CILACAP

Dunia telah mengetahui dan mengakui situs kepurbakalaan Gunung Padang Cianjur, namun situs Gunung Padang Cilacap tak banyak yang tahu. Jika dilihat dari stuktur bebatuan yang ada di gunung Padang Cilacap tak begitu jauh berbeda dengan Situs Gunung Padang Cianjur. Walau sebagian meragukan Gunung Padang Cilacapsebagai peninggalan Purbakala, namun susunan bebetuan yang tertata rapi dengan ukuran tertentu mengutkan keyakinan warga bahwa Situs Gunung Padang Cilacap adalah sama seperti gunung Padang Cianjur adalah peninggalan purbakala.

Marilah kita bandingkan stuktur bebatuan di kedua situs:
                                                   

tunpukan bebatuan gunung padang cilacap

tumpukan bebetuan gunung Padang Cianjur

bebetuan Gunung Padang Cilacap

bebatuan gunung Padang Cianjur

Susunan bebetuan gunung Padang Cilacap

Tunpukan bebetuan Gunung Padang Cianjur

Tumpukan susunan bebatuan Gunung Padang Cilacap

Susunan bebetuan Gunung Padang Cianjur




Rabu, 02 Mei 2012

ARTI KATA SUNDA


Arti dari istilah Sunda

Sunda yang katanya berasal dari kata SU yang artinya segala sesuatu yang mengandung unsur kebaik. 
Nah tapi katanya ada juga artil lain yuk kita lihat..
Arti “Sunda” dalam Bahasa Sansakerta Menurut Bahasa Sansekerta yang merupakan induk bahasa-bahasa Austronesia, terdapat 6 (enam) arti kata Sunda, yaitu sebagai berikut:
  • Sunda dari  akar kata “Sund” artinya bercahaya, terang benderang;
  • Sunda adalah nama lain dari Dewa Wisnu sebagai pemelihara alam;
  • Sunda adalah nama Daitya, yaitu satria bertenaga besar dalam cerita Ni Sunda dan Upa Sunda;
  • Sunda adalah satria wanara yang terampil dalam kisah Ramayana;
  • Sunda dari kata cuddha artinya yang bermakna putih bersih;
  • Sunda adalah nama gunung dahulu di sebelah utara kota Bandung sekarang (Prof.Berg, juga R.P Koesoemadinata, 1959).

Arti “Sunda” dalam Bahasa Kawi Dalam Bahasa Kawi terdapat 4 (empat) makna kata “Sunda”, yaitu:
  • Sunda berarti “air”, daerah yang banyak air;
  • Sunda berarti “tumpukan” bermakna subur;
  • Sunda berarti “pangkat” bermakna berkualitas;
  • Sunda berarti ”waspada” bermakna hati-hati.

Arti “Sunda” dalam Bahasa Jawa Dalam Bahasa Jawa arti kata “Sunda” adalah sebagai berikut:
  • Sunda berarti “tersusun “ maknanya  tertib;
  • Sunda berarti “bersatu” ( dua menjadi satu) maknanya hidup rukun;
  • Sunda berarti “angka dua” (cangdrasangkala), bermakna seimbang;
  • Sunda, dari kata “unda” atau  “naik”, bermakna kualitas hidupnya selalu naik;
  • Sunda berasal dari kata “unda” yang berarti terbang, melambung, maknanya disini adalah  semakin  berkualitas.

Arti kata “Sunda” dalam Bahasa Sunda Orang Sunda juga memiliki beberapa arti tentang kata “Sunda” itu sendiri, yaitu:
  • Sunda, dari kata “saunda”,  berarti lumbung, bermakna subur makmur;
  • Sunda, dari kata “sonda”,  berarti bagus;
  • Sunda,  dari kata “sonda”,  berarti unggul;
  • Sunda, dari kata “sonda”,  berarti senang;
  • Sunda, dari kata “sonda” berarti bahagia;
  • Sunda, dari kata “sonda”, berarti sesuai dengan keinginan hati;
  • Sunda, dari kata “sundara”,  berarti lelaki yang tampan;
  • Sunda, dari kata “sundari”, berarti wanita yang cantik;
  • Sunda, dari kata “sundara” nama Dewa Kamajaya: penuh rasa cinta kasih;
  • Sunda berarti indah.
Maharaja Purnawarman adalah raja Tarumanagara yang ketiga (395-434 M). Ia membangun ibukota kerajaan baru pada tahun 397 yang terletak lebih dekat ke pantai. Dinamainya kota itu Sundapura, pertama kalinya nama “Sunda” digunakan. Pada tahun 417 ia memerintahkan penggalian Sungai Gomati dan Candrabaga sepanjang 6112 tombak (sekitar 11 km). Selesai penggalian, sang prabu mengadakan selamatan dengan menyedekahkan 1.000 ekor sapi kepada kaum brahmana.